Biodata

    

                Nama saya Katherina Alzena Levia, umur saya 13 tahun, saya lahir pada tanggal 15 Maret 2007. Saya merupakan anak tunggal dari keluarga saya. Saya juga seorang penari, karna dari kecil orangtua saya memasukkan saya ke salah satu sanggar. Saya sudah memiliki pengalaman menari yang banyak, mulai dari yang tradisional sampai yang modern.

                Banyak pengalaman yang saya dapat saat menari, salah satunya adalah mendapat banyak teman. Karna orangtua saya memasukkan saya ke sanggar melayu jadi orang – orang disana beragama Islam, dulunya pernah ada teman sekolah saya yang ikut masuk ke sanggar juga (teman SD) tapi di tidak bertahan lama karna kesulitan mencari teman. Sebernarnya untuk pertama kali saya masuk kesana juga kesulitan mencari teman tapi karna saat itu saya masih kecil jadi saya mudah dalam bergaul. Walaupun saya berbeda agama tetapi teman – teman disana tidak mau membeda – bedakan kami semua berteman dengan baik walaupun sudah tidak 1 kelompok lagi.

                Untuk pengalaman menari, banyak yang saya sukai karna setiap tampil selalu menyisakan cerita. Misalnya saat saya berumur 10 tahun, saat itu saya terpilih untuk menari di acara titik kulminasi Pontianak dan itu adalah kali pertama saya tampil dipanggung selain saat pagelaran. Selain itu saya juga pernah berpartisipasi dalam acara perayaan hari tari sedunia dan saya membawakan tari Melayu. Lalu, saat pagelaran tahun 2019 saya dan kelompok saya membawakan tarian palembang yaitu Gending Sriwijaya. Itu adalah kali pertama saya membawakan tarian yang lembut, juga kali pertama sanggar saya menampilkan tarian itu setelah sekian tahun tidak menampilkan tarian Palembang tersebut. Saat melihat video saya menari saya senang karna banyak yang mengambil foto – foto kami. Selain dari sanggar saya juga memiliki pengalaman menari di Gereja. Di setiap acara gereja saya selalu membawakan tarian dengan teman – teman gereja, saat tidak ada tarian pun saya selalu berpartisipasi dalam acara gereja, misalnya saat imlek saya sering disuruh untuk membawakan lampion ke altar. Saat natal saya tidak selalu menari karna terkadang saya menjadi salah satu petugas liturgi, saya sudah pernah menjadi pembaca kitab suci selama dua tahun berturut – turut, itu adalah pengalaman yang tidak bisa dilupakan karna saya sangat suka menjalani tugas tersebut.

                Selain aktif di gereja sebagai petugas, saya juga bergabung dalam legio junior di Katedral. Saya bertugas sebagai salah satu perwira disana yaitu sebagai sekertaris. Sebagai sekertaris saya ditugaskan apa saja yang dibicarakan saat rapat legio yang dilakukan setiap hari sabtu. Setiap sebulan sekali presidium gereja mengadakan rapat presidium yang menghadirkan seluruh perwakilan dari semua presidium dibawah naungan Gereja Katedral. Dalam rapat itu saya jarang hadir karna bertabrakan dengan jadwal sanggar saya. Jika sanggar libur saya mengikuti rapat tersebut, di rapat tersebut juga saya bertugas mencatat point – point penting yang dibahas. Dalam rapat itu yang wajib hadir hanyalah perwira. Dari informasi rapat presidium ini kami umumkan kepada anggota saat rapat hari sabtu.

                Selain aktif di Gereja dan sanggar saya juga aktif di sekolah. Saya mengikuti lebih dari ektrakurikuler yang tersedia di sekolah, pada awalnya saya mengikuti ekstra menari, lalu ada OSIS yang mencari petugas upacara untuk acara 17 Agustus jadi saya mendaftar karna saat SD saya tidak lulus pemilihan untuk pemilihan petugas upacara 17 Agustus jadi saya mencoba untuk mencoba mendaftar dan saya bisa menjadi pembaca undang – undang, kami pun dilatih selama berbulan – bulan (walaupun kami letih karna latihannya pulang sekolah dan sampai sore ) tapi kami tidak mengeluh banyak juga yang keluar karna tidak sanggup. Dan itu adalah pertama kali saya menggunakan baju paskibra dan saya sangat senang. Setelah itu saya disarankan untuk masuk ke ekstra PASKIBRA saya pun mendaftar selama latihan kami dilatih terus menerus dan sekarang saya menjadi pembawa bendera, sejak saat itu saya rutin mengikuti latihan walaupun kami sangat lelah dan kelelahan itu membuahkan, hasil kami yang rutin mengikuti latihan selalu diikutkan perlombaan, sedangkan mereka yang jarang latihan menjadi cadangan. Kami pernah mengikuti lomba di lingkungan militer dan itu adalah pengalam yang tidak bisa saya lupakan, walaupun saat itu kami tidak menang tapi kami mendapat pengalaman yang luar biasa.

Disela – sela latihan terkadang saya mengikuti ekstra tari karna saya masih mengikutinya selain itu, saya juga sering diajak guru tari untuk mengikuti lomba tari di luar sekolah (padahal saya jarang masuk), karna saya tidak enak dengan teman – teman yang lain jadi saya mengikuti ekstra menari secara rutin, selain itu terkadang saya satu kelompok dengan kakak kelas karna teman – teman saya jarang ikut ekstra tari tradisional mereka rata mengikuti modern dance padahal tidak ada nilai dan juga gurunya mereka hanya diajar oleh kakak kelas, saya pun terkadang diajak kakak kelas untuk dance tapi saya sudah tidak memiliki waktu untuk itu. Tidak hanya itu, saya juga bergabung dalam pasukan inti Pramuka dan juga OSIS. Walaupun letih, saya menikmati nya karna setiap ada perlombaan saya ikut dan saya sangat senang karna tidak semua teman – teman saya bisa mendapat kesempatan seperti ini.

Komentar